Salah satu perubahannya adalah, sekarang tiap anak punya lemari (totalnya ada empat) untuk menaruh semua peralatan pelajaran. Leptop, buku, alat tulis, buku bacaan pribadi, semuanya harus ditaruh di lemari itu. Terserah mau seperti apa tata letaknya, yang penting barang-barangnya ditaruh disitu. Tujuannya biar lebih rapi, terurus, dan ada tanggung jawabnya.
Pas lagi beres beres, aku menemukan banyak buku Kuark. Kuark tuh buku komik dengan tema sains untuk anak anak. Aku punya yang dari kelas 3–6 SD. Dulu ketika aku masih kelas 3 SD, aku sukaaa banget baca buku ini. Hiburan aku dari pagi sampai sore itu kalau gak main laptop ya baca buku Kuark.
Kuark itu buku komik yang sangat bermanfaat. Di dalamnya ada tentang biologi, geografi, sejarah, bahkan tentang listrik, tapi disampaikannya dalam bentuk cerita komik. Gak cuman sekedar komik, tiap karakternya punya watak yang berbeda. Misalnya, di buku Kuark ada karakternya yang berbentuk kunang kunang. Namanya Kuark, sama seperti judul bukunya. Ia digambarkan sebagai kunang-kunang yang serba tahu. Kalu teman-temannya penasaran atau gak ngerti dengan sesuatu mereka biasanya bertanya ke Kuark. Cerita yang aku masih ingat sampai sekarang adalah tentang Alarm.
Salah satu temen Kuark (Si Keledai yang aku lupa namanya) selalu kehilangan makanan yang ia simpen di kulkas. Dia menginterogasi saudara-saudaranya tetapi tidak ada yang mengaku. Karena ingin mengumpulkan bukti, Ia bertanya ke Kuark si Kunang-Kunang, alat apa yang harus ia gunakan untuk menangkap si pencuri. Kuark mengusulkan untuk membuat alarm antimaling. Si Keledai bertanya, alarm apa yang sebaiknya ia pakai? Kuark pun menjelaskan dua jenis alarm, ada yang menggunakan pasak dan ada yang menggunakan magnet. Akhirnya si Keledai memasang alarm pasak di kulkasnya. Keesokan malamnya terdengar suara alarm. Si Keledai terkejut dan langsung terbangun. Ketika matanya terbuka, ia sedang berdiri di depan kulkas sambil memegang kue yang sudah ia gigit. Ternyata “pencurinya” dia sendiri wkwk.
Hal menariknya adalah, cerita tentang alarm itu ngajarin kita tentang jenis rangkaian listrik. Ada yang seri dan ada yang paralel. Kalau yang sistem alarm menggunakan pasak itu menggunakan rangkaian seri. Pasak itu mengganjal plat besi yang menjadi triggernya. Alarm itu hanya akan menyala jika pasaknya tercabut, karena aliran listriknya akan tersambung dan menyalakan alarm. Sedangkan alarm yang magnet menggunakan rangkaian paralel. Ia hanya akan menyala arus listrik ke magnetnya terputus dan menyebabkan listrik mengalir ke alarm sehingga alarmnya menyala.
Gara gara cerita itu, aku sampai “memaksa” ayahku untuk membelikan alarm yang magnet, karena aku benar benar penasaran. Aku masih ingat waktu itu ikut Ayah pergi ke Mal Cikapundung, mencari keperluan alarm disana. Kami membeli satu set alarm. Didalamnya ada dua buah magnet, kabel, dan alarmnya. Sepulang dari sana kami langsung memasang alarm itu di pintu kamarku. Apakah berhasil? Ya, berhasil! Setiap pintu dibuka alarm akan berbunyi nyaring dan kalau di tutup alarm akan mati.
Aku melihat buku Kuark yang sedang kupegang ketika membersihkan lemari. Aku bersyukur buku ini menjadi bacaanku di masa SD, saat aku masih baru homeschooling. Sekarang buku ini sudah rusak sampulnya, halamannya juga sudah lecek-lecek. Saatnya aku berpisah dengan dengan buku-buku lama ini.
Kita semua punya barang-barang nostalgia, dan semua yang merupakan nostalgia letaknya ada di dalam pikiran. Benda boleh saja usang, rusak, bahkan hilang, tetapi kenangan dari barang tersebut selamanya akan ada. Maka, yang perlu kamu genggam adalah memorinya, bukan barangnya.
Apa barang yang sangat berkesan bagimu?
~~~
Blog ini adalah episode ke-1 dari seri beres-beres rumah. Penasaran dengan seri berikutnya? Doakan penulis agar cepat upload ya wkwk. Link akan dilampirkan di sini kalau sudah jadi. Insyaa Allah.