Kontribusiku dengan Ramadhan


Assalamualaikum! Kali ini Saya akan menceritakan pengalaman saya berkontribusi dengan masjid selama bulan Ramadhan.

Membawakan makanan ke Masjid
Ketika itu, ada satu kegiatan di bulan Raamadhan yang diadakan dimasjid kami. Kegiatan itu: berbuka puasa, makan-makan. Berbuka di masjid kami gratis (di Masjid lain mungkin gratis juga). Makanan itu bersumber dari warga sekitar, sehingga dibuatlah jadwal-jadwal Takjil. Kebetulan hari ini Ibuku yang kebagian buat takjil. Singkat cerita, takjil dibuat dan selesai. Saya, bagian yang nganter takjil ini ke Masjid. Eh, ngomong-ngomong, takjilnya adalah pizza mini lho! Aku berharap pizza mini-nya enak. Ketika sedang mengantar makanan ini, aku banyak merenung. Gak tau merenung apa. Dan akhirnya sampai juga di Masjid. Setelah tiba, kucari si pengurus masjid ini. Setelah beberapa lama, ketemulah sang pengurus masjid, Aris. Oke, mari jaga kesopanan. (secara beradab) aku memanggilnya Om Aris. Ditanyalah isi makanan yang aku bawa. “man, ieu naon?” artinya kurang lebih: “ini apa?”. Kujawab, “ini pizza”. Om Aris agak terlihat pingin. Akhir cerita, aku berhasil mengirimkan Takjil itu dengan selamat.
Ngaji setiap Hari
Saya tidak tahu apakah ini bisa disebut konstribusi atau tidak. Tetapi, saya akan tetap menceritakan pengalaman ini.
Setiap dibulan Ramadhan ada kegiatan mengaji khusus Remaja Masjid. Remaja Masjid seperti seorang panitia dibawah panitia, orang yang disuruh-suruh.  Mengajinya dimulai dari sehabis shubuh sampai jam 6 pagi. Aku mengikuti kegiatan mengaji tersebut, walaupun kadang masuk, kadang tidak. Ternyata berbeda dengan pengajian yang selama ini kukenal. Kalau mengaji yang ini, membaca 1 juz sehabis Shubuh. Kukira seperti pengajian yang lain. Jalan untuk mengaji tidak selalu lancar, pernah ketika hari Sabtu datang, aku harus memilih keputusan. Mengaji atau mendengarkan kajian. Akhirnya kuputuskan mendengar kajian. Masih juga ada rintangan. Ketika sedang mendengarkan kajian, salah seorang mengajakku mengaji. Terpaksa (walau sebenarnya tidak juga), aku harus mengikuti pengajian. Tapi sisi positif dari mengaji adalah meningkatkan surat yang dibaca, dan mendapatkan teman. Pokoknya begitulah ceritaku

Membereskan Swallow
Saya yakin. Cerita ini pasti berkontribusi dengan  Masjid.
ketika selesai mengaji ada sebuah. Rapat bukan sesuatu yang wow, karena setiap selesai mengaji pasti ada rapat.